Boaz Solossa (lahir 16 Maret 1986; umur 25
tahun) merupakan pemain Sepak Bola dari
Persipura, klub Sepak Bola Indonesia, yang dapat
berposisi sebagai Penyerang Tengah dan
Penyerang Sayap.
Profil
Boaz biasanya beroperasi pada bagian kiri-tengah
lapangan. Kakaknya,Ortizan, adalah Pemain
Sepak Bola yang juga bermain bersamanya di
Persipura. Paman Boaz, JP Solossa adalah
mantan Gubernur Papua.
Boaz pernah dijuluki sebagai anak ajaib, ketika
dibawa olehPeter Withe dan menampilkan
penampilan memukau di Ho Chi Minh, saat ia
tampil bersamaTim Nasional Indonesia di ajang
Piala Tiger 2004.
Ia terkenal dengan kemampuannya dalam
mengontrol bola, tendangan kaki kiri yang keras,
akurasi kaki kiri dan kaki kanan yang baik,
kecepatan, visi penyerangan, dan naluri dalam
mencetak gol.
Memiliki kemiripan wajah dengan kakak
kandungnyaOrtizan, yang juga pemain
sepakbola profesional, membuat banyak orang
yang sering salah setiap kali bertemu kedua
pemain ini.
Di tengah kariernya sedang menanjak, ia pernah
mengalami cedera serius yang membuat ia
nyaris melupakan sepakbola untuk selamanya.
Cedera patah kaki kanan saat tampil membelaTim
Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Hong
Kong di ajang internasional memang hampir saja
membunuh karier bermain sepakbolanya.
Pertandingan berakhir dengan kedudukan 3-0
untukTim Nasional Indonesia.
Kontroversi
Boaz memiliki temperamen yang meledak-ledak.
Pada 25 Oktober 2005, ia dijatuhi hukuman
skorsing selama satu tahun tidak boleh bermain
sepakbola di ajang nasional maupun internasional
olehPSSI karena terbukti menendang wasit
dalam pertandingan Piala Indonesia antara
Persipura melawan Persebaya pada 12 September
2005.
Boaz pernah berulah dengan menolak panggilan
PSSI untuk membela Tim Nasional Indonesia
U-23. Hal itu membuat otoritas sepakbola nasional
berang dan mengancam menjatuhkan sanksi
berat. Salah satunya tidak mengizinkan Boaz dan
beberapa pemain lain yang menolak tampil
bersama Tim Nasional Indonesia, untuk tampil di
pentas resmiPSSI. Tapi akhirnya hukuman itu
tidak dijatuhkan, setelah Boaz bersedia kembali
tampil, pada tanggal 28 maret 2007 pada
pertandingan Tim Nasional Indonesia U-23
melawan Tim Nasional U-23 Libanon, namun
mengalami kekalahan dengan skor 2-1 untuk
keunggulan Tim Nasional U-23 Libanon.
Meski berstatus pemain sepakbola profesional,
Boaz terkadang masih sering sulit meninggalkan
kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol. Ia
bahkan pernah nyaris dipulangkan dari
pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di
Australia oleh pelatihPeter Withe, karena
kedapatan mabuk. Seiring dengan itu,
penampilannya pun mulai meredup yang
membuatPeter Withe mencoretnya.
Sikap profesional memang sepertinya masih sulit
untuk ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu
bisa dilihat dengan kecelakaan yang ia alami saat
mengejar seekor ayam di sekitar tempat
tinggalnya di Jayapura tanpa mengenakan alas
kaki. Akibatnya, ia menginjak pecahan beling dan
harus mendapatkan beberapa jahitan di kakinya,
yang membuat ia terpaksa absen membela
klubnya Persipura dalam beberapa pekan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar