Total Tayangan Halaman

Senin, 13 Juni 2011

PROFIL TAUFIK HIDAYAT

Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10
Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain
bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang
berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan
tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini
adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada
Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan
Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final.
Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia
dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia,
Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain
tunggal putra pertama yang memegang gelar
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis danOlimpiade
pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang
memegang gelar juara tunggal putraAsian
Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade
Beijing 2008, namun langsung kalah di
pertandingan pertamanya, melawan Wong
Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai
Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004,
dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala
Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008)
serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan
2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar
dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai
seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang
kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat.
Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum
ia berangkat keKuala Lumpur, Malaysia untuk
mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian mereka
telah dikaruniai seorang putra pada tanggal11 Juni
2010, yang kemudian diberi nama Nayutama
Prawira Hidayat.[1][2]
Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung
pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi
pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga
menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan
alat olahraga.
saat ini taufik berada di peringkat 3 dunia di bawah lee chong wei dan lin dan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar